Bahasa jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina, ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawai) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo; penuturan standar, dan Kyoutsugo; penuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan disekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.
Ejaan
Bahasa Jepang mengenal 2 macam huruf, yaitu:
1. yang sifatnya ideografis, berupa lambang yang dinamakan Kanji;
2. yang bersifat silabis, berupa lambang sukukata yang dinamakan kana か な,
yaitu Hiragana dan Katakana, kecuali huruf n ん yang merupakan lambang bunyi tersendiri.
sebagai contoh untuk menulis kata ginka yang artinya uang logam, hanya diperlukan 3 huruf, yaitu /gi/, /n/ (bunyi) dan /ka/ (sukukata).
Ditulis dengan hiragana demikian: ぎ ん か
Untuk menulis kata ginka dengan huruf Latin diperlukan 5 huruf.
Untuk menulis kata geta yang artinya kelom kayu hanya diperlukan 2 huruf,
yaitu: 下 駄
Sistem bunyi ucapan
Vokal
1. Secara garis besar ucapan bahasa Jepang tidak berbeda dengan ucapan bahasa
Indonesia, kalaupun ada perbedaan jumlahnya tidak banyak.
2. Bahasa Jepang mengenal vokal panjang dan vokal pendek yang membawa
perbedaan arti.
sebagai contoh:
dozoo artinya gudang
doozo artinya silahkan
doozoo artinya patung perunggu
Terkadang vokal yang diucapkan panjang ditulis dengan garis di atasnya.
3. Vokal rangkap seperti ai, au, ei, oi, ou harus diucapkan sebagai dua bunyi,
misalnya:
/ ai / pada kata furiai (penggunaan) dilafalkan fu - ri - a - i
/au / pada kata azanau ( belitan tali) dilafalkan a - za - na - u
/ei / pada kata keika ( harga beras)
Tulisan Bahasa Jepang
Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa china (kanji) yang diperkenalkan pada abad keempat Masehi. Sebelum ini orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada 3, yaitu:
- aksara Kanji yang berasal dari China
- aksara Hiragana (ひ ら が な) dan
- aksara Katakana (カ タ カ ナ); keduanya berunsur daripada tulisan kanji dan dikembangkan pada abad kedelapan Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafazkan karakter-karakter China.
Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sisitem alih aksara yang disebut romanji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara kanji, hiragana dan katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut. Dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.
Kana
Aksara Hiragana dan katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini:
- memiliki 46 set huruf masing-masing
- keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam bahasa indonesia,hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb.
- abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang
Kanji
Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan membacanya, Dai kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang parnah dibuat, dan berisi 30.000 kanji, kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyo Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyomi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyomi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan kunyomi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar